Langsung ke konten utama

Merawat Data dalam Pikiran

Apa yang kita baca, lihat, tonton, dengar dan rasakan (alami) akan menjadi data dalam pikiran. Selama bertahun-tahun segala macam data terkumpul di otak kita. Sadar atau tidak, data itu lah yang membentuk dan menentukan pikiran, cara kita bertindak (action) dan keputusan hidup kita.

Data itu juga yang bisa mempercepat dan menghambat perubahan dalam diri. Namun sebagian besar kita tidak menyadari hal itu. Itu karena tidak ada mata pelajaran tentang pikiran disekolah. Tidak ada mata kuliah bagaimana mengelola data dalam pikiran. Mata pelajaran yang diajarkan merupakan hasil berpikir atau data dipikiran orang-orang besar.

Kalau data dalam pikiran itu eror, kena virus akibatnya sangat fatal. Tandanya orang akan lupa siapa dirinya, lupa dimana ia tinggal. Lupa nama keluarga dan orang-orang sekitarnya. Itu terjadi karena sebagian data dalam otaknya hilang. Dan sekarang banyak orang yang mengalami hal seperti ini.

Padahal usianya baru beranjak 50 tahun. Untuk itu sayangi otak dan pikiran kita. Gunakan untuk berpikir dan mengerjakan hal-hal yang produktif dan positif. Kalau sudah kena virus (penyakit) sulit sekali dikembalikan seperti semula.

Kalau komputer/leptop kena virus, bisa dinstall ulang atau dipasangkan anti virus. Kalau ini mungkin belum ada anti virus nnya.

Maka hati-hati lah memilih dan memasukkan data dalam pikiran kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbagi Elemen Literasi di Batulayar

Saya tidak pernah berpikir sebelumnya, bahwa kegiatan literasi itu bisa menarek saya mendatangi berbagai tempat dan lokasi yang sebelumnya tidak pernah terlintas dipikiran. Mulai dari bicara dihadapan siswa SD, MTs, MA, SMA, mahasiswa, pondok pesantren, guru-guru dan lintas organisasi mahasiswa. Mulai diundang oleh teman-teman mahasiswa di Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara. Berkat literasi juga saya bisa menginjakkan kaki diberbagai daerah dan kota di Indonesia. Tinggal tanah Papua yang belum. Kalau disebut dan perinci satu-satu tentu akan sangat panjang ceritanya. Setiap tempat menyimpan cerita, kisah dan kenangan tersendiri. Datang diberbagai tempat itu bukan hanya bertemu dan berkenalan dengan banyak orang tapi juga melihat, mendengar dan mengalami secara langsung situasi dan ritme kehidupan yang ada dilokasi tersebut. Bahwa hidup bukan hanya apa yang kita lihat dan alami sehari-hari dari lingkungan terdekat. Di luar sana banyak sekali warna dan ...

Pengalaman Berkali-kali Memanifestasi Buku

Sebagai orang yang suka membaca, saya punya pengalaman berkali-kali memanifestasi sebuah buku yang saya inginkan. Beberapa buku yang ingin saya baca bisa saya miliki dalam waktu beberapa hari, minggu, bulan bahkan ada yang sampai satu tahun lebih.   Kata manifestasi berasal dari istlah bahasa Inggris yaitu manifesting yang berarti mewujudkan. Jadi manifestasi itu proses mewujudkan apa yang pikirkan itu agar menjadi kenyataan.       Buku “Manifestasi” karya Roxie Nafousi ini misalnya pertama kali saya lihat ulasannya dimedia online berbahasa Inggris harperbazaar.com pada 23 Januari 2026. Saya tahu itu karena saya sempat simpan wawancara Roxie di leptop yang ternyata dipublist pada 23 Januari 2022. Saya langsung penasaran sama isi dan 7 langkah manifestasi yang ditulis dalam buku ini. Saya juga googling cerita dan pengalaman penulisnya.     Sejak itu saya berucap pada diri sendiri. “Suatu hari saya harus baca dan punya buku ini” Setelah itu saya lup...

Legit dan Gurih Pelemeng Campur Poteng

Pelemeng dan Poteng, pasangan serasi untuk disantap bersamaan dikala silaturrahmi hari Lebaran SETIAP kampung di Lombok punya jajan khas yang dibuat khusus menjelang Hari Raya Idul Fitri. Di Desa Aikmel, Lombok Timur misalnya – beberapa hari menjelang lebaran, kaum ibu sudah sibuk menyiapkan beraneka jenis makanan dan jajan yang akan disajikan pada hari istimewa. Di antara jajan yang selalu ada disebut Pelemeng dan Poteng. Bila datang bersilaturrahmi kewarga - Pelemeng dan Poteng yang terdepan untuk disuguhkan. Pelemeng yang terbuat dari ketan rasanya gurih dan kenyal sedangkan Poteng terasa manis dan berair. Saat dimakan, akan bertemu rasa gurih dan manis dimulut. Dua jenis jajan tradisional masyarakat Sasak ini cukup mengenyangkan kalau dimakan.   Pelemeng terbuat dari ketan yang dibungkus dengan daun pisang. Membuat Pelemeng, daun pisang yang dipakai sengaja dipilih yang ukuran diameternya besar dan panjang. Daun pisang dijemur terlebih dahulu sebelum dibentuk ...