Sebagai orang yang suka membaca, saya punya pengalaman berkali-kali memanifestasi sebuah buku yang saya inginkan. Beberapa buku yang ingin saya baca bisa saya miliki dalam waktu beberapa hari, minggu, bulan bahkan ada yang sampai satu tahun lebih.
Kata manifestasi berasal dari istlah bahasa Inggris yaitu manifesting yang berarti mewujudkan. Jadi manifestasi itu proses mewujudkan apa yang pikirkan itu agar menjadi kenyataan.
Buku “Manifestasi” karya Roxie Nafousi ini misalnya pertama kali saya lihat ulasannya dimedia online berbahasa Inggris harperbazaar.com pada 23 Januari 2026. Saya tahu itu karena saya sempat simpan wawancara Roxie di leptop yang ternyata dipublist pada 23 Januari 2022.
Saya langsung penasaran sama isi dan 7 langkah manifestasi yang ditulis dalam buku ini. Saya juga googling cerita dan pengalaman penulisnya.
Sejak itu saya berucap pada diri sendiri.
“Suatu hari saya harus baca dan punya buku ini”
Setelah itu saya lupa. Tidak ingat lagi tentang buku ini.
Beberapa hari lalu, setelah pulang dari menghadiri acara saya mampir di toko buku Gramedia, Mataram - saat melihat buku-buku, saya tidak sengaja menemukan buku ini dirak buku paling bawah. Itu pun jumlahnya hanya satu eksemplar.
“Alhamdulillah, ini buku yang beberapa waktu ingin saya baca sekarang ketemu” batin saya ketika tidak sengaja menemukan dirak buku paling bawah. Itu pun hanya satu eksemplar, terselip secara tidak rapi ditengah buku yang lain.
Malam hari dirumah, saat akan tulis catatan ini saya cek, tanggal pertama kali tahu dan ingin baca buku itu ternyata hanya butuh 20 hari keinginan itu bisa termanifestasi.
Tahu buku itu 23 Januari 2026, belinya di Gramedia 11 Februari 2026 dan wawancara Roxie di Harperbazaar.com 23 Januari 2023. Kesamaan tanggal dan bulan itu apakah kebetulan ?
Padahal waktu itu saya beranggapan buku itu baru terbit versi Inggris-nya. Berarti belum diterjemahkan atau terbit di Indonesia.
Saya juga tidak melakukan affirmasi atau visualisasi ketika menginginkan buku itu. Saya hanya berujar sekali dalam hati dan pikiran saat membaca ulasan buku itu, “Saya ingin punya dan baca buku ini”.
Mungkin bagi Anda, ini hal kecil dan biasa tapi bagi saya ini pengalaman yang berkali-kali yang saya alami dalam memanifestasi sebuah buku. Beberapa bahkan saya dapatkan secara gratis alias tidak beli. Buku yang saya inginkan tiba-tiba datang atau diberikan secara cuma-cuma oleh orang yang sebelumnya tak pernah terlintas dipikiran saya. Dan pengalaman itu pernah saya posting diblog ini atau diakun facebook.
Hal ini juga membuktikan bahwa istilah manifestasi itu bukan teori atau ilusi semata, tapi hal-hal biasa yang kita alami sehari-hari. Pikiran atau keinginan baik akan terwujud menjadi nyata, begitu juga sebaliknya.
Saya merasa sangat senang menemukan buku yang saya inginkan itu. Seperti makanan, baca buku itu tak ubahnya memasukkan makanan bergizi bagi otak dan pikiran kita.
Saya belum bisa jelaskan isi buku itu disini. Kalaupun diceritakan dalam tulisan ini juga akan jadi panjang. Dalam tulisan ini saya hanya ingin membagikan pengalaman dari proses saya mendapatkan buku tersebut.
Apakah ada teman-teman punya pengalaman sendiri dalam memanifistasi buku atau hal-hal lain yang teman-teman suka atau ingin miliki ? Ayo cerita dikolom komentar. []

Komentar
Posting Komentar