Bersama Inaq Tuan di sawah Madang Waktu mengantar ibu berangkat haji ke tanah suci Makkah, do’a satu-satunya yang terlintas dikepala yang saya lepaskan ke langit saat berada dilapangan udara Selaparang, Kota Mataram. “Ya Allah izinkan hamba naik pesawat. Saya ingin merasakan naik pesawat” Do’a itu saya panjatkan dalam hati dari bawah pagar tembok besi bersama puluhan orang yang berdiri saling berdesakan untuk melihat badan pesawat. Pagar tembok besi itu letaknya disebelah timur. Itulah satu-satunya celah untuk kita melihat pesawat dari jarak yang lebih dekat. Itu pun hanya ekornya saja yang bisa kami lihat. Itu juga pertama kalinya kami diizinkan bisa masuk kedalam area bandara. Tahun-tahun sebelumnya dari saya masih SD, setiap mengatar jamaah haji kami hanya sampai diluar area bandara. Orang kampung seperti kami tidak diperbolehkan atau tidak punya akses untuk masuk kearea bandara. Kami para pengantar haji yang umumnya datang pakai mobil engkel atau truk biasany...
[ Merekam - Mencatat - Membagikan ]