Langsung ke konten utama

Cara Seorang Ayah Mengabadikan Kisah Anaknya

undangan, kado, khitanan, kisah anak, mengabadikan, cerita anak
Kado khitanan anak yang berisi cerita anak & surat yasin 
Tulisan dibawah ini ikut menghiasi kado khitanan Muhammad Fata Assyatir, putra pertama Bapak Isnaini yang dibagikan pada tamu undangan yang hadir. Ini tujuannya supaya anda lebih dikenal oleh tamu undangan. Anda pun bisa mencoba dan mengkreasi hal yang sama bila ada momen khitanan, akikah, resepsi, ulant tahun dll. Kalau anda tidak bisa membuat sendiri, kami siap membantu anda. 

 ***

SETIAP orang yang lahir dimuka bumi ini memegang skenario hidupnya sendiri. Jalan cerita hidupnya terangkai sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia. Dari sekian milyar umat manusia yang hidup dibumi ini, hanya beberapa saja yang menulis atau dituliskan skenario hidupnya. Pada hal dari cerita hidup seseorang kita bisa memetik inspirasi, ibrah dan refleksi yang berharga.

Dalam tradisi kita orang Islam, prosesi pemberian nama, akikah, khitanan bukan semata acara makan-makan tapi sunnah Nabi. Itu lalu menjadi tradisi perekat antar keluarga. Mendekatkan dan merapatkan keluarga yang tinggal berjauhan. Peristiwa itu terjadi hanya sekali seumur hidup. Karenanya perlu diketahui dan dihadari oleh segenap keluarga, sahabat, handai tolan atau siapa pun yang berkenan hadir.

Maka pada momen keluarga yang langka ini, kami ingin kembali memperkenalkan anak kami yang dikhitan, Muhammad Fata Assyatir. Panggilannya Fata. Kini sudah berusia 2,7 tahun. Lahir pada hari Senin, 20 Juni 2011, jam 16.30 Wita di Rumah Bersalin Bidan Wijri, Desa Lenek Kecamatan Aikmel. Pada hari itu lahir 9 orang bayi ditempat itu. Dari 9 orang bayi itu, Fata yang paling besar suara tangisnya, kata bidan yang menangani kelahirannya.

Selaku Muslim, nama Muhammad tentu merujuk kepada Nabi Besar Muhammad SAW, sosok pembaharu dan pembawa cahaya iman Islam kepada seluruh umat manusia. Kami sekeluarga berharap, anak kami kelak bisa meneladani ahlak junjungan alam Nabi Muhammad SAW selaku manusia pilihan. Bukankah meneladani sifat dan ahlak Nabi menjadi kewajiban bagi semua kaum Muslimin.

Fata Assyatir artinya pemuda jenius. Dari nama itu kami sangat memimpikan dia akan tumbuh sebagai pribadi yang pintar dan jenius. Kehadirannya memberikan manfaat kepada umat, bangsa dan agama. Harapan itu tidak berlebihan mengingat semua orang tua menginginkan buah hatinya punya nama terbaik. Apa lagi nama adalah pemberian pertama orang tua kepada anaknya. Wajar kalau nama yang diberikan adalah nama terbaik dari yang baik. Bukan nama sembarang nama.

Sebelum menemukan nama Muhammad Fata Assyatir, kami sempat berpikir untuk memberinya nama Ester. Ester adalah senyawa kimia yang mudah larut. Senyawa ini dinamai berdasarkan nama penemunya, seorang ilmuan Kristen bernama Ester. Kebetulan juga ibunya mengambil jurusan Kimia di Institut Kejuruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram. Ibunya juga suka dengan senyawa itu. Dari nama Ester, diharapkan menjadi sosok yang supel, komunikatif dan mudah bergaul. Tapi setelah didiskusikan, pilihan akhirnya jatuh pada nama Muhammad Fata Assyatir.



Baca juga : Wow Eh Yim Mahnum



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Honor Kejuatan SUARA NTB

Bukan kali ini saja saya mendapatkan honor menulis dari koran SUARA NTB . Sudah sering. Kurang lebih sudah 14 kali selama dua tahun. Walau nilainya tidak begitu besar tapi honor kali ini agak supraze. Datang secara tiba-tiba. Tak dipikirkan dan tidak disangka-sangka. Masuk dalam kategori, ma khaisu la yahtasif. Dan letak nilainya bukan dibesar kecil angkanya tapi dikejutannya. Ceritanya begini. Kamis siang itu saya mampir ke ATM BNI Cabang Mataram. Saya bermaksud ingin mengambil uang untuk membayar premi asuransi yang biasa saya bayar 3 bulan sekali. Ketika mengecek saldo direkening, saya heran kok ada tambahan uang masuk dalam rekening tersebut. Saya penasaran, siapa kira-kira yang mengirim? Jangan-jangan ada orang salah transper sehingga saldo saya bertambah sekian ratus ribu? Biasanya kalau yang tranper pasti ada pemberitahuan. Sekian menit berpikir, belum ketemu juga jawabannya. Saya lalu memutuskan untuk mengambil uang tunai sesuai yang saya butuh. Salah satu edisi Harian...

Berbagi Elemen Literasi di Batulayar

Saya tidak pernah berpikir sebelumnya, bahwa kegiatan literasi itu bisa menarek saya mendatangi berbagai tempat dan lokasi yang sebelumnya tidak pernah terlintas dipikiran. Mulai dari bicara dihadapan siswa SD, MTs, MA, SMA, mahasiswa, pondok pesantren, guru-guru dan lintas organisasi mahasiswa. Mulai diundang oleh teman-teman mahasiswa di Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara. Berkat literasi juga saya bisa menginjakkan kaki diberbagai daerah dan kota di Indonesia. Tinggal tanah Papua yang belum. Kalau disebut dan perinci satu-satu tentu akan sangat panjang ceritanya. Setiap tempat menyimpan cerita, kisah dan kenangan tersendiri. Datang diberbagai tempat itu bukan hanya bertemu dan berkenalan dengan banyak orang tapi juga melihat, mendengar dan mengalami secara langsung situasi dan ritme kehidupan yang ada dilokasi tersebut. Bahwa hidup bukan hanya apa yang kita lihat dan alami sehari-hari dari lingkungan terdekat. Di luar sana banyak sekali warna dan ...

Pengalaman Berkali-kali Memanifestasi Buku

Sebagai orang yang suka membaca, saya punya pengalaman berkali-kali memanifestasi sebuah buku yang saya inginkan. Beberapa buku yang ingin saya baca bisa saya miliki dalam waktu beberapa hari, minggu, bulan bahkan ada yang sampai satu tahun lebih.   Kata manifestasi berasal dari istlah bahasa Inggris yaitu manifesting yang berarti mewujudkan. Jadi manifestasi itu proses mewujudkan apa yang pikirkan itu agar menjadi kenyataan.       Buku “Manifestasi” karya Roxie Nafousi ini misalnya pertama kali saya lihat ulasannya dimedia online berbahasa Inggris harperbazaar.com pada 23 Januari 2026. Saya tahu itu karena saya sempat simpan wawancara Roxie di leptop yang ternyata dipublist pada 23 Januari 2022. Saya langsung penasaran sama isi dan 7 langkah manifestasi yang ditulis dalam buku ini. Saya juga googling cerita dan pengalaman penulisnya.     Sejak itu saya berucap pada diri sendiri. “Suatu hari saya harus baca dan punya buku ini” Setelah itu saya lup...