Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Modal Politik Kebangsaan

Parade Budaya Nusantara, Kupang 2007 Ada yang mengancam, ada yang (meresa) terancam. Ada yang memecah, ada yang setia merawat. Ada yang melihat dalam konteks Pilkada, ada pula yang melihatnya dalam konteks kepentingan Nasional. Mereka tidak mau terjebak oleh permainan politik Pilkada sesaat, tidak mau terperangkat dalam tafsir sempit dan tidak mau terprovokasi oleh figur santun tapi pemecah belah. Dalam situasi seperti ini, kebhinekaan selalu menjadi perekat yang selalu menyatukan anak-anak bangsa yang berbeda agama, suku, ras dan golongan. Percayalah, pakai isu SARA untuk menjegal satu pihak akan gagal dan malah akan menyerang balek. Mereka diam bukan berarti tidak membaca, mereka diam bukan berarti tidak bergerak. Mereka hanya ingin melihat masalah secara jernih sebelum bersikap. Terbukti ke-bhinekaan itu bukan saja alat perekat dan pemersatu tapi jatidiri dan modal sosial bangsa yang lahir dan tumbuh di Nusantara. Mari merawat modal kebangsaan berdasarkan nilai-nilai agama