Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Cara Seorang Ayah Mengabadikan Kisah Anaknya

Kado khitanan anak yang berisi cerita anak & surat yasin  Tulisan dibawah ini ikut menghiasi kado khitanan Muhammad Fata Assyatir, putra pertama Bapak Isnaini yang dibagikan pada tamu undangan yang hadir. Ini tujuannya supaya anda lebih dikenal oleh tamu undangan. Anda pun bisa mencoba dan mengkreasi hal yang sama bila ada momen khitanan, akikah, resepsi, ulant tahun dll. Kalau anda tidak bisa membuat sendiri, kami siap membantu anda.   *** SETIAP orang yang lahir dimuka bumi ini memegang skenario hidupnya sendiri. Jalan cerita hidupnya terangkai sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia. Dari sekian milyar umat manusia yang hidup dibumi ini, hanya beberapa saja yang menulis atau dituliskan skenario hidupnya. Pada hal dari cerita hidup seseorang kita bisa memetik inspirasi, ibrah dan refleksi yang berharga. Dalam tradisi kita orang Islam, prosesi pemberian nama, akikah, khitanan bukan semata acara makan-makan tapi sunnah Nabi. Itu lalu menjadi tradisi perekat a

Menjual ‘Service’

Salah satu sudut keindahan pantai Gili Trawangan, Lombok (http://komunitas.yellowpages.co.id) SELAKU orang yang bekerja dilembaga Non Goverment Organization (NGO), saya kerap didatangi oleh orang, jaringan, organisasi atau lembaga yang mau datang ke Lombok. Baik yang berasal dari dalam atau luar negeri. Mereka datang ke Lombok dengan berbagai tujuan. Ada yang datang untuk wawancara, meneliti, monitoring program pemerintah, kerjasama program atau datang hanya liburan menikmati keindahan Lombok bersama teman, keluarga atau pasangannya. Walau datang dengan tujuan yang berbeda, saya perhatikan terdapat persamaan diantara mereka. Misalnya, mereka akan menanyakan tempat menginap. Tempat yang asyik untuk dikunjungi. Tempat makan yang enak dan terakhir biasa mereka mencari makanan atau oleh-oleh khas Lombok. Awalnya saya sempat bingung untuk merekomendasikan kemana sesuai permintaan tapi lama-lama saya mengerti kebutuhan mereka. Pengalaman itu secara tidak sangaja menjadikan saya sebagai ‘

Lombok di Mata Ippho Santosa

Ippho dalam sebuah seminar (http://www.solopeduli.com) SEMUA orang yang pernah datang ke Lombok berhak memberikan kesan dan pendapat tentang daerah ini. Bagaimana kesan mereka tentang daerah ini akan sangat tergantung siapa dia, dari mana dia dan dalam rangka apa dia ke Lombok. Siapa pun mereka, kita mesti mendengarkan pendapat mereka dengan baik. Ini sangat penting karena menyangkut masa depan pariwisata Lombok. Menyangkut sumber nafkah ribuan orang yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata. Dalam tulisan ini saya akan mengulas kesan dan pendapat salah seorang wisatawan asal Pekanbaru, Riau yang bernama Ippho Santosa . Sebagian pembaca mungkin sudah mengenal nama itu. Ippho adalah seorang pengusaha, penulis dan motivator terkenal dari Indonesia. Kiprahnya sebagai pengusaha, penulis 10 buku best seller dan motivator yang mana trainingnya telah diikuti oleh ribuan orang dari dalam dan luar negeri telah melambungkan nama Ippho Santosa. Dalam bukunya, 13 Wasiat Terlarang

Caleg Pemenang

sumber :http://www.bigmansirait.com Satu setengah bulan menjelang pemilihan calon anggota legislatif (Caleg), 9 April mendatang, persaingan antar calon semakin panas. Semua calon berlomba mendekati calon pemilih dengan berbagai cara. Ada yang datang membawa bantuan langsung, ada juga yang datang hanya membawa janji dan harapan. Di berbagai tempat, saya melihat banyak Caleg yang mengkapling-kapling daerah basis pemilihannya dengan segala cara. Salah satu caranya, melarang dan menolak calon lain masuk kewilayahnya. Kalau ada calon lain masuk memperkenalkan diri melalui, baik spanduk dan stiker, diam-diam mereka rusak supaya masyarakat tidak mengenal calon tersebut. Di alam demokrasi dan keterbukaan saat ini, masyarakat memiliki hak penuh memilih calon yang terbaik menurut mereka. Tak masalah, ia berasal dari dalam atau luar wilayah tersebut asalkan masyarakat percaya dan mampu memperjuangkan aspirasi politik mereka. Walau berasal dari satu lingkungan namun masyarakat mengenggap tidak