Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Produktif Beternak Ide Setiap Hari

http://nedaeroplanet.blogspot.com/2012/12/mind-map.html Sadar atau tidak, setiap hari kita memproduksi dan beternak ide . Ide baru datang silih berganti. Ide datang tidak mengenal waktu dan tempat. Tiba-tiba muncul dan hilang. Dan manusialah satu-satunya mahluk Tuhan yang diberikan kemampuan untuk memproduksi ide setiap hari. Cuman kelemahan saya sering kali produktivitas beternak ide itu tidak sebanding dengan kemampuan saya dalam mewujudkan ide tersebut dalam bentuk yang lebih kongkrit dan nyata. Salah satu bentuknya melalui tulisan yang bisa dilihat, dibaca dan dirasakan. Sering kali saya hanya sampai pada tahap memikirkan bukan mewujudkan. Coba kita perhatikan diberbagai forum diskusi, dialog, seminar dan lain-lain, semua orang bisa melontar ide, kritik dan saran. Hampir tidak ada orang yang tidak berani menyampaikan atau melontarkan idenya kepada orang lain. Tapi lagi-lagi, setelah dilontarkan kemudian selesai sampai disitu. Artinya, produktivitas kita memproduksi tidak se

Pentingnya Melek Keuangan Pribadi

http://www.ciputraentrepreneurship.com Setelah berkeluarga saya baru sadar ternyata melek keuangan (financial literacy) itu sangat penting. Melek keuangan menjadi penting ketika kita sudah memiliki penghasilan tetap. Lebih penting lagi bila kita belum memiliki sumber pendapatan tetap. Melek keuangan yang saya maksud bukan mengajak anda untuk melebarkan mata lebar-lebar bila melihat uang. Yang saya maksud justru bagaima kita bisa mengelola uang kita secara baik sejak gaji pertama keluar. Saya menyadari hal ini setelah bertahun-tahun bekerja namun tidak punya aset berharga. Saya kalah langkah dengan teman lain yang belakangan bekerja tapi sudah memiliki aset berharga. Biangnya ternyata, saya tidak pernah menyisihkan sebagian pendapatan saya untuk ditabung. Penghasilan bulanan saya habis untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Selain tidak pernah menabung, saya juga tidak pernah berpikir untuk menyisihkan sebagian gaji saya untuk diinvestasi kedalam bentuk barang yang memiliki nilai e

Supaya Masa Depan Tidak Terbunuh

Suatu malam saya di-SMS oleh seorang teman. Ia minta ditemani menginap di sebuah hotel di Mataram, NTB. Setelah salat isya saya pun bergegas menemuinya dengan diantar oleh seorang teman. Begitu sampai di hotel, kami bertiga langsung menuju ruang makan. Usai makan malam, kami mengobrol berbagai hal. Setelah cukup, saya pun mengantar teman yang mengantar tersebut sampai gerbang masuk hotel untuk pulang. “Tumben saya masuk hotel,” katanya spontan. Saya tersenyum mendengar celetukannya. Sebuah ungkapan yang jujur dan polos. “Nanti kapan-kapan saya ajak ente nginep di hotel, ya?” ucap saya kepadanya di halaman lobi hotel. Di kamar, sambil nonton TV, kami kembali mengobrol ngalor-ngidul. Obrolan tambah seru dengan datangnya seorang teman yang asyik diajak ngobrol berbagai hal, dari masalah perempuan proyek, sampai politik. Pembicaraan kami nyambung terus bak lintasan kereta api. Tepat tengah malam, disalah satu TV swasta muncul film action Barat yang seru. Sayang saya tidak sempat melih

Di Tolak Setiap Hari Untuk Sukses

Tahukah anda pekerjaan apa yang mengalami penolakan setiap hari? Tahukah anda pekerjaan apa yang pegawainya menganggap penolakan sebagai hal biasa setiap hari. Bahkan penolakan sudah menjadi makanan sehari-hari. Uniknya, pekerjaan yang penuh dengan penolakan itu justru memberikan peluang gaji dan bonus yang sangat besar. Dalam hidup siapa yang mau ditolak ? Hanya orang-orang aneh dan keras kepala yang bersedia ditolak setiap hari. Selaku mahluk aneh bin langka, tentu model manusia macam ini tidak banyak. Stock-nya sedikit. Bukankah hukum pasar masih berlaku, kalau stock sedikit lalu permintaan banyak, maka harganya akan mahal. Untuk mendapatkan gaji, honor atau pendapatan yang besar hukum pasar tetap berlaku. Siapa yang bersedia ditolak setiap hari, dia lah yang akan mendapatkan pendapatan besar. Siapa yang tidak mudah menyerah dan putus asa yang akan mendapatkan komisi rutin setiap minggu, bulan atau tahunan. Resikonya ditolak, diabaikan, dicuekkan inilah yang menyebabkan pek

Beda Iklan Produk dengan Iklan Pejabat

Jalan Langko, Mataram (foto http://klikpic.wordpress.com) Berjalan setiap hari dijalan Langko, Mataram bukan hanya iklan produk yang akan menyapa pandangan kita tapi juga iklan dan poster-poster pejabat. Iklan produk dan poster pejabat itu seringkali berebut ruang paling pas untuk mennjolkan diri. Kalau iklan produk sudah tentu membayar royalti kepada daerah. Ada PAD yang masuk. Materi iklannya juga sangat kreatif dan pariatif, tidak monoton. Mereka bukan hanya memperkenalkan produknya, tapi tak jarang memberikan kata-kata motivasi. “Berhentilah menghitung masalah, berjalanlah merangkai langkah”. Kira-kira begitu bunyi iklan rokok kretek yang saya baca dijalan Bungkarno, Selatan Pom Bensin pajang. Bagi saya kata-kata motivasi itu sangat yahut. Sayang kalau kita yang membacanya tidak nyangkut dihati. Coba bandingkan dengan iklan pejabat yang kadang setiap dua minggu atau setiap bulan berganti. Materi iklannya monoton. Lebih banyak himbauan dari pada inovasi. Lebih banyak menam