Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Keuangan & Investasi

Pohon Ajaib Bernama Silaturrahmi

foto shutterstock Kalau silaturrahmi itu diibaratkan sebuah pohon yang bisa mengahasilkan berbagai macam jenis buah. Kadang berbuah madu, kadang berbuah bisnis, berbuah kerjasama, pengetahuan baru, pengalalaman bahkan uang kes. Tak salah kalau silaturrahmi itu disebut ‘pohon ajaib’ yang bisa menghasilkan berbagai jenis buah yang bisa dinikmati. ‘Buahnya’ bukan saja bisa dinikmati oleh orang yang menanam tapi juga orang yang tidak ikut menanam. BEBERAPA waktu lalu saya menemui seorang teman dari Jakarta disebuah hotel di Mataram. Ia datang ke Mataram dalam rangka sebuah kegiatan dengan pemerintah daerah. Biasalah, kalau bertemu dengan teman-teman dari luar daerah pastilah mereka ingin tahu perkembangan daerah. Isu apa yang sedang berkembang dan lain sebagainya. Itu bisa menjadi ‘oleh-oleh pengetahuan’ yang bisa dibawa pulang. Saya suka pertemuan non formal seperti itu karena dari sana saya dapat menyerap, menggali berbagai informasi dan pengetahuan baru yang

Untung Berlipat Berbisnis dengan Allah

http://pesantren-alihsan.org Banyak orang yang tahu cara berbisnis dengan Allah. Dari yang banyak itu tidak semua yang tergerak melakukannya. Pada hal berbisnis dengan Allah untungnya berlipat ganda dari modal yang dikeluarkan. Walau itu sering disebut dalam kitab suci. Sering diulas dalam khutbah dan diurai para pendakwah, tidak banyak orang yang mempraktekkannya langsung. Suatu sore, teman saya Jamil mengajak saya prospek ketemannya yang tinggal di Desa Omba, Lombok Barat. Sampai disana, kami duduk bertiga diberugak yang terletak disamping rumahnya. Tak lama ngobrol, kami disuguhkan kopi hitam dan pisang hijau oleh ibunya. Teman itu bekerja disebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak pada energi terbarukan yang disebut gerakan hijau di Lombok. Setelah sekian lama ngobrol, terungkaplah cerita bahwa teman itu telah menyumbangkan uangnya sebesar 6 juta untuk sedekah. Uang itu berasal dari hasil penjualan motor yang biasa ia dipakai kerja. Itu sama artinya ia telah menyum

Sedia Dana Sebelum Berobat

sumber : www.waspada.co.id Saya pernah menawarkan seorang teman untuk ikut program asuransi. Saya tidak perlu menyebut namnya. Yang jelas teman itu seorang pedagang di Jalan Pemuda, samping lapangan Atletik, Gomong, Mataram. Teman itu menjual nasi goreng dan mie ayam yang menurut saya cukup enak. Saya mengatakan enak bukan karena ingin membesar-besarkan, tapi memang cocok dengan selera lidah saya. Setelah ngobrol lama ternyata teman itu belajar masak ketika dulu masih kuliah di IAIN. Ia bekerja sebagai pembantu diwarung orang Jawa yang buka di Mataram. Kebetulan juga dia seorang perantau yang juga berasal dari Jawa. Dari sana, ia mulai akrab dengan berbagai jenis masakan. Lama-lama ia menjadi mahir dan tahu cara meracik masakan yang enak. Berangkat dengan kemampuan memasak itulah, ia memberanikan diri membuka warung sendiri. Hasil masakannya juga cukup enak makanya dagangannya menjadi laris. Buktinya, ia buka jam 4 sore, jam 9 malam dagangannya sudah habis. Beberapa kali saya perh

Pentingnya Melek Keuangan Pribadi

http://www.ciputraentrepreneurship.com Setelah berkeluarga saya baru sadar ternyata melek keuangan (financial literacy) itu sangat penting. Melek keuangan menjadi penting ketika kita sudah memiliki penghasilan tetap. Lebih penting lagi bila kita belum memiliki sumber pendapatan tetap. Melek keuangan yang saya maksud bukan mengajak anda untuk melebarkan mata lebar-lebar bila melihat uang. Yang saya maksud justru bagaima kita bisa mengelola uang kita secara baik sejak gaji pertama keluar. Saya menyadari hal ini setelah bertahun-tahun bekerja namun tidak punya aset berharga. Saya kalah langkah dengan teman lain yang belakangan bekerja tapi sudah memiliki aset berharga. Biangnya ternyata, saya tidak pernah menyisihkan sebagian pendapatan saya untuk ditabung. Penghasilan bulanan saya habis untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Selain tidak pernah menabung, saya juga tidak pernah berpikir untuk menyisihkan sebagian gaji saya untuk diinvestasi kedalam bentuk barang yang memiliki nilai e