Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Gaung Islam Nusantara

Majalah AULA, edisi April 2018 Tahun XXXX  Menyongsong usia 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU) sejak kelahirannya 1926, terminologi Islam Nusantara yang gaungkan oleh PBNU. Melempar istilah ini tentu telah melalui proses diskusi dan kajian mendalam yang berpijak dari khazanah Islam yang berkembang di Indonesia. Kini Islam Nusantara bukan lagi istilah, wacana tapi juga kajian dan gerakan. Orang kembali menengok dan meneliti mengapa Islam berkembang secara luas dan pesat dibumi Nusantara. Salah satu rahasianya karena Islam dibawa oleh 'tangan-tangan damai', dai-dai yang pandai melakukan komunikasi (diplomasi) budaya selama tidak bertentangan dengan ajaran pokok syariat Islam. Maka kehadiran wacana Islam Nusantara dihajatkan bukan hanya untuk menjaga dan mengokohkan ciri khas corak dan praktek Islam Nusantara tapi juga wacana tanding (counter discoure) terhadap gejala paham radikal dan politisasi agama. Islam Nusantara adalah virus penangkal radikalisme paham agama yang merusak

Gerakan Islam Nusantara Berkemajuan

Majalah AULA edisi Mei 2018, "NU-Muhammadiyah : Mencairkan Ketegangan Kultural" Nahdlatul Ulama (NU) membrending gerakan sosial dan dakwah keagamaannya dengan sebutan 'Islam Nusantara'. Istilah ini bukan istilah baru, tapi sekarang dipertegas dan diperkuat dalam gerakan dakwah dan pemberdayaan ummat. Tentunya saja itu digali dan diperas dari modal sosial dan ciri khas peham Aswaja NU sebagaimana diajarkan oleh walisongo, ulama dan kyai-kyai Nusantara. Hal yang sama dilakukan oleh Ormas Muhamadiyah yang membuat tagline, 'Islam Berkemajuan'. Ini juga diharapkan sebagai spirit dan gerakan Islam yang mengutamakan kemajuan bagi warga Muhamadiyah. Tentu spirit kemajuan itu diharapkan akan menjadi semangat dan motivasi untuk terus berkarya meraih berbagai kemajuan ditengah persaingan global. Penggunaan istilah Islam dalam spirit dua Ormas Islam ini bukan berarti akan membuat atau melahirkan corak, ajaran atau agama Islam model baru. Sebaleknya malah akan

Kharisma TGH Shaleh Hambali di Lombok Timur

Buku Pemikiran Islam Lokal TGH.M Shaleh Hambali (Tuan Guru Bengkel /Datok Bengkel) karya Dr.H Adi Fadli M.Ag, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Pengaruh TGH Saleh Hambali, Bengkel, masih terasa sampai hari ini dikalangan tuan guru dan pimpinan pesantren di Lombok. Pada hal TGH Saleh Hambali atau biasa dipanggil dengan Tuan Guru Bengkel sudah meninggal dunia puluhan tahun silam, tepatnya Sabtu, 7 September 1968. Namun pengaruh dan kharismanya masih melekat di hati sebagian tuan guru dan ummat Islam di Lombok. Apa lagi sebagian dari mereka memang memiliki sanad (hubungan) keilmuan dengan beliau. Dan tentu saja jabatan penting Datok Bengkel sebagai Rais Syuriah Nahdlatul Ulama (NU) kedua di pulau Lombok. dan NTB antara tahun 1953-1964. Salah satu peristiwa ketika saya menyebut nama beliau kepada Pimpinan Ponpes Hidayatul Islamiah (HI) Bagek Nyaka, Aikmel Lombok Timur, TGH Abdul Azim. “Kalau mendengar nama Tuan Guru Saleh Hambali, badan saya langsung merinding. Namanya,

2 Kiat Produktif Menulis Tanpa Berpikir

Sharing kiat-kiat menulis bebas (free writing) di Berugak Buku di Pondok Pesantren Sirajul Huda, Poak Dandak, Janapria, Lombok Tengah, Maret 2018    2 Kiat Produktif Menulis Tanpa Berpikir -  Umumnya kita berpandangan ketika menulis itu harus menggerahkan daya untuk berpikir serius. Tanpa berpikir serius seseorang tidak mungkin bisa menulis tulisan yang baik. Tanpa melalui proses berpikir serius, sebuah tulisan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pendapat seperti itu sudah tertanam kuat dibenak kita. Kalau ada yang membantah anggapan itu bisa jadi dianggap sedang mengigau. Tapi menurut saya, bila cara berpikir umum (konvensional) kita tidak bisa menemukan jalan baru (solusi) dari problem yang kita hadapai, ada baiknya kita mencoba berpikir terbalek. Ini memang tidak lazim tapi demi menemukan jalan keluar, sah saja kita lakukan untuk memecah kebuntuan. Tidak ada salahnya pandangan halayak umum itu mulai kita rubah untuk meningkatkan produktifitas menulis. Ketika menulis memang