Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Untung Berlipat Berbisnis dengan Allah

http://pesantren-alihsan.org Banyak orang yang tahu cara berbisnis dengan Allah. Dari yang banyak itu tidak semua yang tergerak melakukannya. Pada hal berbisnis dengan Allah untungnya berlipat ganda dari modal yang dikeluarkan. Walau itu sering disebut dalam kitab suci. Sering diulas dalam khutbah dan diurai para pendakwah, tidak banyak orang yang mempraktekkannya langsung. Suatu sore, teman saya Jamil mengajak saya prospek ketemannya yang tinggal di Desa Omba, Lombok Barat. Sampai disana, kami duduk bertiga diberugak yang terletak disamping rumahnya. Tak lama ngobrol, kami disuguhkan kopi hitam dan pisang hijau oleh ibunya. Teman itu bekerja disebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak pada energi terbarukan yang disebut gerakan hijau di Lombok. Setelah sekian lama ngobrol, terungkaplah cerita bahwa teman itu telah menyumbangkan uangnya sebesar 6 juta untuk sedekah. Uang itu berasal dari hasil penjualan motor yang biasa ia dipakai kerja. Itu sama artinya ia telah menyum

Sedia Dana Sebelum Berobat

sumber : www.waspada.co.id Saya pernah menawarkan seorang teman untuk ikut program asuransi. Saya tidak perlu menyebut namnya. Yang jelas teman itu seorang pedagang di Jalan Pemuda, samping lapangan Atletik, Gomong, Mataram. Teman itu menjual nasi goreng dan mie ayam yang menurut saya cukup enak. Saya mengatakan enak bukan karena ingin membesar-besarkan, tapi memang cocok dengan selera lidah saya. Setelah ngobrol lama ternyata teman itu belajar masak ketika dulu masih kuliah di IAIN. Ia bekerja sebagai pembantu diwarung orang Jawa yang buka di Mataram. Kebetulan juga dia seorang perantau yang juga berasal dari Jawa. Dari sana, ia mulai akrab dengan berbagai jenis masakan. Lama-lama ia menjadi mahir dan tahu cara meracik masakan yang enak. Berangkat dengan kemampuan memasak itulah, ia memberanikan diri membuka warung sendiri. Hasil masakannya juga cukup enak makanya dagangannya menjadi laris. Buktinya, ia buka jam 4 sore, jam 9 malam dagangannya sudah habis. Beberapa kali saya perh

Cerita di Balek Nama

www.tokosajadahanak.com Setiap orang yang lahir dimuka bumi ini memegang skenario hidupnya sendiri. Jalan cerita hidupnya terangkai sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia. Dari sekian milyar umat manusia yang hidup dibumi ini, hanya beberapa saja yang menulis atau dituliskan skenario hidupnya. Pada hal dari cerita hidup seseorang kita bisa memetik inspirasi, ibrah dan refleksi yang berharga. Dalam tradisi kita orang Islam, prosesi pemberian nama, akikah, khitanan bukan semata acara makan-makan tapi sunnah Nabi. Itu lalu menjadi tradisi perekat antar keluarga. Mendekatkan dan merapatkan keluarga yang tinggal berjauhan. Peristiwa itu terjadi hanya sekali seumur hidup. Karenanya perlu diketahui dan dihadari oleh segenap keluarga, sahabat, handai tolan atau siapa pun yang berkenan hadir. Maka pada momen keluarga yang langka ini, kami ingin kembali memperkenalkan anak kami yang dikhitan, Muhammad Fata Assyatir. Panggilannya Fata. Kini sudah berusia 2,7 tahun. Lahir pa

“Wow Eh Yim Mahnum”

www.mymagnum.co.id Lazimnya orang tua, setiap hari pasti memperhatikan tumbuh kembang anaknya. Kami juga mengalami hal yang sama. Banyak tingkah, prilaku dan ucapannya yang lucu membuat kami senyum dan tertawa melihatnya. Setiap hari tingkah dan polahnya berubah. Tanpa sengaja, itu sering menjadi hiburan gratis bagi kami. Itu menjadi pengusir penat, stres dan lelah setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Ketika pertama kali belajar jalan misalnya, Fata sangat takut menginjak tanah. Tapi setelah dirayu-rayu, dia bukannya jalan pelan tapi malah lari. Setelah peristiwa itu, rasa takut dalam dirinya seolah hilang. Dan sejak bisa berjalan, dia sangat suka diajak jalan-jalan. Diperjalanan dia suka bertanya, segala hal ditanya. Kadang capek juga meladeni pertanyaannya. Kalau kita janji harus ditepati, kalau tidak dia pasti nanti akan protes. Kami harap ini pertanda dia akan menjadi anak yang kritis, rasa ingin tahu tinggi dan tidak suka berbohong. Kalau lama meninggalkan rumah, dia suka

Ami & Rahmi : Cinta Pertama dan Terakhir

Ami & Rahmi Perkenalkan saya Zamzami Anwar . Biasa dipanggil Ami. Anak kedua dari lima saudara. Lahir di Bagek Nyaka, 6 Juni 1989. Pendidikan saya mulai TK, SD dan SMP saya selesaikan di Aikmel. Madrasah Aliah (MA) saya tuntaskan di Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat pimpinan TGH. Safwan Hakim. Sarjana Hukum Islam (SH.I) saya peroleh di Fakultas Syari’ah Jurusan Mu’amalah di IAIH NW Pancor. Istri saya Rahmi berasal dari Bagek Rebak, Desa Kembang Kerang. Dia anak pertama dari dua bersaudara. Tamat dari SD memutuskan mondok di Ponpes Hidayatul Islamiah yang sekarang masih dipimpin oleh kakek saya TGH.Abdul Azim. Setelah mondok selama tiga tahun, ia kemudian melanjutkan study ke Akademi Perawatan (Akper) semester tiga. Pertama kali bertemu dengan istri saya tahun 2007. Saat itu saya pulang kampung setelah ujian akhir MA. Beberapa lama setelah itu saya memberanikan diri untuk mengirim salam kepadanya melalui seorang teman. Salam saya diterima.Sampai akhirnya ia tiba-tiba

Mengabadikan Momen Hidup dengan Cerita Tertulis

Pasangan penganten yang saya buatkan cerita cinta mereka. Sangat banyak momen-momen spesial dalam hidup kita yang luput diabadikan. Kalau pun ada, baru sebatas foto, bingkai atau status saja. Sangat jarang ada orang yang mengabadikan kisah hidupnya dalam bentuk tulisan yang dicetak dan ditulis secara bercerita. Kalau pun ada, biasanya itu setelah mereka terkenal, kaya dan berpengaruh. Kalau saja kisah hidup diabadikan sejak awal dalam bentuk tulisan atau cerita, maka akan bisa dibaca oleh sekian banyak orang. Dengan demikian, orang bukan hanya sekedar tahu, kenal tapi juga akan memahami siapa dan bagaimana kiprah kita secara lebih luas. Termasuk apa yang ingin kita raih dalam hidup ini. Pada hal semua orang itu punya cerita hidup yang unik dan berbeda. Keunikan hidup bukan hanya milik orang besar, terkenal, kaya, pejabat atau pahlawan tapi milik semua orang. Entah rakyat biasa atau penguasa, maka semua orang layak ditulis. Untuk itu inspirasi hidup, nilai dan perjuangan hidup bisa