Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Memulai Menulis Anti Mogok

Nahdlatul Ula (NU) Banyak orang yang saya temui mengaku sering mengalami kesulitan ketika memulai menulis. Mereka sering bingung memulai tulisan dari mana. Mereka mengaku tidak pandai menyusun kalimat yang enak, mudah dicerna dan gampang dipahami oleh pembaca. Pada hal sebagian besar dari mereka mengaku memiliki bahan yang sangat banyak untuk ditulis. Punya stock ide yang melimpah untuk dibagikan kepada pembaca. Dan kaya pengalaman untuk dishare kepada teman-teman dan komunitasnya. Merasa tidak mampu memulai tulisan dengan baik itulah yang sering membuat orang cepat putus asa dalam berlatih menulis. Mereka tidak percaya dengan tulisannya sendiri. Sampai pada akhirnya mencap diri sebagai orang yang tidak memiliki bakat atau keterampilan untuk menulis. Ia lalu berhenti menulis sampai disitu. Menjawab persoalan itu saya sering mengatakan bahwa kebingungan dan kemacetan memulai termasuk meneruskan tulisan itu sering disebabkan oleh beberapa hal. Semuanya ada

Beternak Ide

Setiap hari kita beternak dan memproduksi ide. Ide juga datang tidak mengenal waktu dan tempat. Ia tiba-tiba muncul, tiba-tiba juga hilang. Tapi sering kali produktivitas kita beternak ide tidak sebanding dengan kemampuan kita mewujudkan ide tersebut dalam bentuk yang lebih nyata. Coba kita lihat diberbagai forum diskusi, dialog, seminar dll - hampir semua orang bisa melontar iden ya. Dan sekarang hampir tidak ada orang yang tidak berani menyampaikan atau melontarkan idenya kepada orang lain. Setelah dilontarkan kemudian selesai sampai disitu. Gampangnya beternak ide ini sama mudahnya dengan berbicara. Semua orang bisa mengemukakan pendapatnya secara lisan dimuka umuam (publik). Namun tidak semua orang mau dan berani mengemukakan pikiran dan idenya melalui tulisan. Pada hal ruangnya kini makin terbuka dan kompetitif. Menulis pikiran melalui tulisan merupakan salah satu cara beternak ide. Kemampuan beternak ide yang baik akan menentukan kesuksesan seseorang