Langsung ke konten utama

Meminta Kantor yang Nyaman dengan Pikiran

Suka senyum-senyum sendiri kalau apa yang saya pikirkan dan ingin kan itu terjadi atau terwujud secara nyata. Maka salah satu hoby saya belakangan ini adalah mengamati dan mencermati proses terjadi atau terwujudnya pikiran atau keinginan yang saya program dalam pikiran.

Sejak satu setengah bulan lalu misalnya, saya bersama teman-teman ingin punya kantor, sekretariat atau tempat untuk merancang program yang mudah dijangkau oleh teman-teman. Kalau bisa lokasinya diseputaran Labuapi, Lombok Barat. Labuapi menurut saya adalah lokasi paling tengah.

Jadi temen-teman yang dari Gunung Sari, Batulayar, Narmada tidak terlalu jauh kalau datang. Begitu juga teman-teman yang dari Lembar, Gerung, Kuripan dan Kediri juga mudah menjangkau. Sebagai bentuk ikhtiar, saya dan seorang teman sebenarnya sudah mencari. Dua lokasi sudah kami kunjungi dan periksa tapi belum berhasil. 

Maka dalam satu silaturrahmi keinginan dan cerita itu saya sampaikan kepada tuan rumah yang kami kunjungi. Tanpa kami duga, ia langsung menawarkan rumahnya yang tidak terpakai menjadi pusat kegiatan kami. Padahal niat kedatangan kami hanya silaturrahmi, koordinasi dan tukar pikiran.

Yang mengejutkan kami lagi, ternyata rumah yang ditawarkan itu terletak diwilayah Labuapi, Lombok Barat. Rumah itu sangat sesuai dengan kriteria yang kami bayangkan sebelumnya. Sekarang rumah itu mulai kami pakai merancang berbagai program dan kegiatan. 

Alhamdulillah. Allah selalu punya cara yang tak terpikirkan oleh kita untuk mewujudkan apa yang diinginkan oleh hambanya. Terima kasih banyak yang sudah memberikan rumahnya untuk kami tempati. Saya berharap tempat ini akan menjadi tempat yang nyaman untuk melahirkan gagasan dan pikiran-pikiran produktif dan berdampak bagi masyarakat.[]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Honor Kejuatan SUARA NTB

Bukan kali ini saja saya mendapatkan honor menulis dari koran SUARA NTB . Sudah sering. Kurang lebih sudah 14 kali selama dua tahun. Walau nilainya tidak begitu besar tapi honor kali ini agak supraze. Datang secara tiba-tiba. Tak dipikirkan dan tidak disangka-sangka. Masuk dalam kategori, ma khaisu la yahtasif. Dan letak nilainya bukan dibesar kecil angkanya tapi dikejutannya. Ceritanya begini. Kamis siang itu saya mampir ke ATM BNI Cabang Mataram. Saya bermaksud ingin mengambil uang untuk membayar premi asuransi yang biasa saya bayar 3 bulan sekali. Ketika mengecek saldo direkening, saya heran kok ada tambahan uang masuk dalam rekening tersebut. Saya penasaran, siapa kira-kira yang mengirim? Jangan-jangan ada orang salah transper sehingga saldo saya bertambah sekian ratus ribu? Biasanya kalau yang tranper pasti ada pemberitahuan. Sekian menit berpikir, belum ketemu juga jawabannya. Saya lalu memutuskan untuk mengambil uang tunai sesuai yang saya butuh. Salah satu edisi Harian...

Kisah Persahabatan TGH.Ahmad Asy'ari dengan TGH.Turmuzi Badarudin

H.Ahmad Alwi, BA, menantu TGH.Ahmad Asy'ari saat ngorol akrab  dengan  TGH.L.Turmuzi Badarudi n Tuan Guru Haji Lalu Turmuzi Badarudin, Bagu, Lombok Tengah mengakui kedekatan hubungannya dengan alm Tuan Guru Haji Ahmad Asy'ari, Dasan Geres, Lombok Barat. Mereka layaknya senior-yunior yang tinggal disatu bantal tidur, tempat makan  dan satu kamar tidur pada saat menimba ilmu kepada TGH.Sholeh Hambali, pendiri Ponpes Darul Qur'an, Bengkel. Datok Bagu juga pernah menemani TGH.Ahmad Asy'ari midang (ngapel) ke rumah perempuan yang ditaksir.       Kami berangkat menuju Bagu setelah selesai sholat Ashar, Ahad (21/2) 2021. Menggunakan satu mobil. Kali ini saya datang bersama kedua mertua, H.Ahmad Alwi, BA dan Hj.Mahmudah–putri pertama alm TGH.Ahmad Asy’ari, pendiri Yayasan Pendidikan HIDAYATUDDARAIN. Ikut juga kakak ipar Ahmad Madani bersama istri Astuti Alawiyah dan ponaan Omera, Kaira dan si kecil Mahes. Istri saya, Hayatun Nufus dan dua anak saya - Nahdla...

Berbagi Elemen Literasi di Batulayar

Saya tidak pernah berpikir sebelumnya, bahwa kegiatan literasi itu bisa menarek saya mendatangi berbagai tempat dan lokasi yang sebelumnya tidak pernah terlintas dipikiran. Mulai dari bicara dihadapan siswa SD, MTs, MA, SMA, mahasiswa, pondok pesantren, guru-guru dan lintas organisasi mahasiswa. Mulai diundang oleh teman-teman mahasiswa di Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara. Berkat literasi juga saya bisa menginjakkan kaki diberbagai daerah dan kota di Indonesia. Tinggal tanah Papua yang belum. Kalau disebut dan perinci satu-satu tentu akan sangat panjang ceritanya. Setiap tempat menyimpan cerita, kisah dan kenangan tersendiri. Datang diberbagai tempat itu bukan hanya bertemu dan berkenalan dengan banyak orang tapi juga melihat, mendengar dan mengalami secara langsung situasi dan ritme kehidupan yang ada dilokasi tersebut. Bahwa hidup bukan hanya apa yang kita lihat dan alami sehari-hari dari lingkungan terdekat. Di luar sana banyak sekali warna dan ...